Posted by: TandaMata BDG | 25 February, 2008

Desain Komunikasi Visual untuk Social Marketing

 Oleh Teddy K Wirakusumah

Komunikasi Visual

Komunikasi visual adalah suatu proses penyampaian pesan dimana lambang-lambang yang dikirimkan komunikator hanya ditangkap oleh komunikan semata-mata hanya melalui indra penglihatan. Bentuk komunikasi seperti ini bisa bersifat langsung (sebagaimana dua orang tuna rungu saling bercengkrama menggunakan bahasa isyarat), namun sebagian besar menggunakan media perantara yang lazim disebut media komunikasi visual.

Selain digunakan untuk berbagai keperluan, media komunikasi visual kerap dimanfaatkan sebagai media promosi (komunikasi pemasaran) baik oleh lembaga bisnis maupun lembaga sosial

Bentuk- Bentuk Media Komunikasi Visual Untuk Promosi Produk Layanan Sosial

Bentuk media komunikasi visual yang ada sekarang ini sudah tak terbilang jumlahnya. Para kreator senantiasa menyuguhkan bentu-bentuk baru dari waktu ke waktu. Di antara sekian banyak media yang ada beberapa media berikut merupakan media-media yang sangat populer digunakan dalam pemasaran social, dan beberapa diantaranya mungkin memiliki kepatutan untuk dijadikan alternatif.

1. Media Sebar

BROCHURE (leaflet, folder, booklet, flyers, catalog, pamphlet)

BOOK

BULLETIN

NEWSLETTER

NEWSPAPER

MAGAZINE

SOUVENIR: gift, plaque, plaquette

CARD

2. Media Lekat/Tempel/Gantung

PLACARD

POSTER

STICKER

WALL MAGAZINE

WALL NEWSPAPER

CALENDAR

3. Media Bentang

HORIZONTAL BANNER (spanduk, flying banner)

VERTICAL BANNER (baligoo, hanging banner, umbul-umbul)

4. Media Pancang

SIGNBOARD

BILLBOARD (pancang tunggal, tiang berputar, megatron, bigscreen)

BALOON PROMO

5. Media Transit

BUS PANEL

VEHICLE PANEL

6. Media Pakai

T-SHIRT

TOPI

BANDANA

TAS

7. Media Display

EXIBIHITION PANEL

MOVING PANEL

8. Media Permainan

CARD (KARTU PERMAINAN)

LAYANG-LAYANG

ULAR TANGGA

Unsur-Unsur Visual

Perbedaan dari segi jenis maupun dari segi bentuk tentunya mengandung karakteristik yang khas satu dengan lainnya. namun kesemuanya memiliki  unsur-unsur visual yang sama, yaitu: huruf, gambar, garis, bentuk, warna, dan bahan. Apapun jenis dan bagaimanapun bentuknya, pengenalan tentang unsur-unsur dasar tersebut akan sangat bermanfaat untuk menyajikan media yang optimal

Huruf.

Huruf adalah bagian terkecil dari sebuah kata. Sedangkan kata adalah bagian terkecil dari sebuah gagasan. Sebuah gagasan yang baik dan telah tersusun lewat pemilihan kata yang menarik bisa saja berakhir sia-sia karena kegagalan dalam pemilihan huruf.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan Huruf

1. Legibility (Keterbacaan)

Legibility memiliki pengertian sebagai kualitas huruf pada naskah dalam tingkat kemudahannya untuk dibaca. Tingkat keterbacaan ini sangat tergantung pada tampilan bentuk fisik huruf (jenis/font), ukuran, panjang baris, spasi antar huruf, antar kata, antar baris, antar paragraf, dan penataan baris

  • Font
    • Serif atau Sanserif
  • Size
    • Bodytext antara 9 pt – 14 pt
    • Headline > 14 pt
  •  Length of the line
    • Minimum panjang baris satu susunan alphabet kecil, maksimum 2,5 susunan alphabet
    • Panjang baris dalam pica tidak lebih 3x ukuran huruf dalam point. Untuk huruf 10 pt panjang baris tidak lebih dari 30 pica
    • Panjang baris rata-rata minimum 5 kata, maksimum 12 kata
  • Spacing between the type, word, line, paragraph
    • Spasi antar huruf, kata, baris dan paragraph tidak boleh terlampau lebar
  • Alignment
    • Penataan baris rata kiri
      • Memiliki tingkat keterbacaan yang baik
      • Dianjurkan untuk naskah yang panjang
      • Terkesan dinamis tapi kurang rapih
    • Penataan baris rata kanan
      • Memiliki tingkat keterbacaan yang buruk
      • Tidak dianjurkan untuk naskah panjang
      • Terkesan dinamis
    • Penataan baris rata kiri kanan
      • Memiliki tingkat keterbacaan yang cukup baik terutama jika jarak antar kata tetap terkontrol dengan baik
      • Terkesan rapi tapi kurang dinamis
      • Dengan control yang baik, dianjurkan untuk naskah panjang
    • Penataan baris terpusat di tengah
      • Memiliki tingkat keterbacaan yang buruk
      • Tidak dianjurkan untuk naskah panjang
      • Terkesan statis

2. Approriatness (Kesesuaian)

Approriatness adalah kesesuaian antara tampilan bentuk huruf dengan isi pesan yang akan disampaikan. Yang perlu diingat bahwa selain berperan sebagi alat pembawa pesan, huruf sendiri mampu memuat pesan

3. Emphasis (Penekanan)

Setiap naskah terdiri dari beberapa bagian, misalnya Headline, Subheadline dan Body text. Pada body text terdapat judul item, paragraph, dst. Di dalam paragraf selalu ada bagian-bagian tertentu yang perlu mendapatkan perhatian lebih, misalnya istilah khusus, istilah asing, dsb. Bagian-bagian yang berbeda dan tertentu perlu mendapat-kan penonjolan agar perbedaan yang dimaksud dan hal yang patut diperhatikan tersebut dapat ditangkap oleh pembaca. Penonjolan tersebut dapat dilakukan dengan pilihan jenis/font, ukuran, ketebalan, kelebaran, kemiringan yang berbeda.

4. Harmony (Keselarasan)

Walaupun bebeberapa bagian perlu mendapatkan penonjolan dengan melakukan berbagai variasi, pemilihan huruf harus tetap selaras/harmonis. Oleh sebab itu penggunaan jenis/font yang terlalu beragam dalam suatu naskah tidak dianjurkan, tetapi pilihan variasi dalam satu family huruf dapat digunakan.

Gambar

Kerap diibaratkan gambar dapat berbicara lebih dari sejuta kata. Ibarat tersebut mungkin agak berlebihan, Namun, penggunaan gambar perlu dipertimbangkan karena dapat menjalankan peran sebagai berikut

  • menjelaskan hal-hal yang sulit dijelaskan lewat-kata-kata
  • menolong menjelaskan sesuatu yang muskil
  • meringkaskan pengertian
  • memberikan uniformitas/kesamaan dalam pengamatan
  • menarik dan mengarahkan perhatian
  • membantu mengekalkan ingatan
  • membangkitkan kesenangan
  • memberikan kesempatan mata beristirahat
  • mengisi ruang
  • meningkatkan tampilan artistic

Garis dan Bentuk

Garis dan bentuk merupakan unsur visual yang tak kalah penting. Perannya dalam media adalah sebagai berikut:

  • pemisah antar bagian
  • pengarah perhatian
  • manipulasi ruang
  • mendukung tampilan artistic

Warna

Warna merupakan unsur visual yang penting lainnya dan merupakan gejala penglihatan yang paling menarik. Warna dapat berperan sebagai berikut:

  • memberikan kesan realistis
  • membangkitkan perhatian
  • memiliki bahasa psikologis untuk menguatkan mood pesan
  • meningkatkan tampilan artistik

Ruang Putih/Kosong

Satu unsure rancangan yang sering dilupakan adalah ruang putih atau ruang kosong. Ruang putih dapat menjadi sarana rancangan yang kuat dalam membantu menyatukan unsure-unsur secara keseluruhan atau menekankan unsure-unsur tertentu

Bahan

Bahan merupakan wadah dimana semua unsure-unsur visual diterakan, namun sekaligus merupakan unsure visual yang cukup menentukan untuk berperan sebagai berikut:

  • memberikan citra
  • menguatkan pesan
  • menentukan mutu tampilan

Prinsip-Prinsip Dasar Desain

Setiap unsur-unsur visual harus dikenali secara cermat sehingga dapat berperan optimal saat satu sama lain dipadukan/dirancang. Tidak ada metode perancangan desain yang paling shahih. Setiap perancang dapat mengembangkan metodenya masing-masing sesuai dengan pola kebiasaan, alat yang digunakan, lingkungan tempat kerja, dsb.  Sekalipun begitu terdapat beberapa prinsip perancangan yang dapat dijadikan pedoman untuk menghasilkan mutu perancangan yang berhasil guna.

1. Unity (Kesatuan)

Sebuah media penerbitan terdiri dari elemen-elemen seperti  headline, body text, illustrasi, warna, garis, dll. Semua elemen ini harus dirancang sedemikian rupa sehingga memberikan keseluruhan efek yang menyatu dan terpadu

2. Variety (Keragaman)

Meskipun demikian, dalam sebuah rancangan media penerbitan, keragaman atau variasi sangat dibutuhkan untuk menghindari kesan monoton

3. Contrast (Kontras)

Contrast adalah upaya untuk membuat penonjolan sebuah unsur (atau kelompok unsur) melalui berbagai cara: kontras nada, kontras arah, kontras ukuran, kontras bentuk.  Putuskan unsur mana yang akan ditonjolkan. Bila anda memberi seluruh unsur penonjolan yang sama, media anda akan berakhir tanpa penonjolan sama sekali

4. Harmony (Keselarasan)

Seluruh unsur tata letak harus saling bekerjasama dan tidak saling bertentangan satu sama lain. Bentuk, huruf, nada dan tekstur harus ditaata secara harmonis sehingga secara keseluruhan enak dipandang

5. Proportion (Kesepadanan/Sebanding)

Semua unsur harus sepadan. Tinggi dan lebar huruf, point huruf dengan lebar naskah, gambar dengan naskah

6. Rhythm (Irama)

Media cetak adalah media statis, namun  mata pembaca sesungguhnya dapat dibimbing dan diarahkan sehingga mencapai seluruh bagian rancangan.

Setiap unsur disusun agar dapat membantu mata bergerak dalam suatu gerakan yang terstruktur. Tempatkan unsur-unsur secara terencana sehingga mata mulai bergerak dari tempat yang anda inginkan hingga ke seluruh bagian.

Gerakan mata sebaiknya diarahkan agar mengalir dengan irama yang nyaman.

Pola Z dan S adalah susunan yang umum dipergunakan

7. Balance (Keseimbangan)

Dengan keseimbangan kita mengendalikan ukuran nada, berat dan posisi unsur-unsur dalam sebuah rancangan. Unsur-unsur yang tertata seimbang terlihat aman dan nyaman oleh mata, Cara menguji keseimbangan dengan cara menguji hubungan bagian kiri dan kanan. Pada dasarnya, terdapat dua bentuk keseimbangan yaitu formal dan informal.

Keseimbangan formal.

Rancangan yang seimbang formal mempunyai unsure-unsur berat, ukuran, bentuk yang sama pada sisi kanan dan sisi kiri dalam suatu garis vertical imajiner yang di gambarkan di pusat rancangan. Rancangan yang simetris memberikan kesan stabilitas dan konservatisme, tetapi pada suatu saat terlihat tidak imajinatif

Keseimbangan informal

Dalam keseimbangan informal obyek ditempatkan secara acak dalam halaman tetapi secara keseluruhan tampak seimbang. Bentuk penyusunan ini memerlukan pemikiran ketimbang keseimbangan formal bisimetris sederhana, tetapi efeknya dapat imajinatif dan dinamis


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: