Posted by: TandaMata BDG | 26 February, 2008

FOTOGRAFI, HUMAS, DAN PERS

Oleh Teddy K Wirakusumah

Fotografi dan Pers

Sebelum fotografi ada, semua berita disajikan tertulis atas dasar pekerjaan otak semata. Kehebatan pekerjaan otak ditentukan oleh kemampuan otak penulis itu sendiri, yang berarti meliputi pendidikan formal dan pengalamannya, daya tangkapnya, daya ingat, daya himpun, daya analisa, daya susun dan gaya bahasanya. Makin baik semua unsure-unsur tersebut, makin tinggi nilai beritanya. Makin baik gaya bahasanya, makin enak dibacanya.

Tetapi bersamaan dengan sifat-sifat yang bersumber pada kecerdasan tersebut, tersembunyi pula kelemahan-kelemahannya, yang berpangkal pada keterbatasan berpikir, kekhilafan, dan subyektivitas penyajiannya. Tidak ada mata yang mampu melihat ratusan detail yang tersaji pada suatu peristiwa. Tidak ada telinga yang mampu mendengar semua kemungkinan keterangan yang dapat terungkapkan di dalam suatu peristiwa, tidak ada orang yang mampu mengingat dan mengolah ratusan informasi yang menumpuk pada suatu peristiwa, tidak ada bahasa yang cukup sempurna mampu menguraikan dan menjelaskan kembali segala peristiwa yang telah terjadi secara apa adanya.

Fotografi dengan sifat-sifatnya yang memiliki kemampuan merekam sesuatu secara tepat dan obyektif muncul sebagai potensi kuat dalam bidang jurnalistik, dan membuatnya cocok dijadikan alternative untuk melengkapi penyajian peristiwa yang mengandung unsure berita. Dan yang teristimewa, salah satu sifat khusus pada fotografi yang benar-benar sangat menguntungkan dalam hal komunikasi antar manusia atau antar bangsa, yaitu sifatnya yang non-verbal dan figurative representational, menyebabkan gambar-gambar yang dibuat oleh kamera dapat melintasi batasan-batasan bahasa, dapat dimengerti oleh manusia di seluruh dunia tanpa harus diterjemahkan lebih dahulu. Sifat universal ini menyebabkan fotografi menjadi unsure pemberitaan yang ampuh dan dalam waktu relative singkat dapat merebut tempat dalam mass media. Oleh sebab itu, sejak awal-awal perkembangannya, dengan segala keterbatasan tekniknya, fotografi sudah digandeng menjadi sarana penyedia informasi visual di dunia jurnalistik.

Keunggulan berita tulis di atas fotografi tentunya terletak pada kemampuannya mengungkapkan keterangan atau sejarah peristiwa sebelumnya, kemampuan mengulas masalahnya secara analitis dan sintetis dan memberikan kesimpulan secara menyeluruh. Fotografi hanya mampu merekam sesuatu yang ada di hadapannya pada satuan waktu tertentu dan tidak mampu menguraikan apa yang sudah lewat. Fotografi juga hanya menyediakan informasi visual yang gamblang. Fotografi tidak dapat mengulas hal-hal yang abstrak. Fotografi menyajikan fakta yang memerlukan ulasan lebih lanjut

Sekalipun begitu fotografi mempunyai beragam keunggulan dengan dukungan perkembangan teknologi yang ada sekarang ini, seperti:

Kemampuan untuk merekam gerakan dalam pecahan 1/1000 detik

Kemampuan untuk memotret benda yang tidak kasat mata, seperti kuman, virus, benda dalam tubuh, kandungan di dalam perut bumi, dsb

Kemampuan menampilkan realita secara lebih tepat untuk obyek-obyek yang sulit dijelaskan secara verbal (seperti warna, susunan mesin, tata ruang, suasana, dsb.)

Kemampuan mengungkapkan seribu satu detail dalam sekejap mata, yang karena banyaknya dan letaknya tidak mungkin direkam dalam ingatan

Perkembangan teknologi digital dalam bidang fotografi memberikan beragam kemudahan yang dulu tidak pernah terbayangkan, seperti kemampuannya menghasilkan gambar yang instant (tidak lagi latent image dalam film) yang dengan segera dapat dihubungan dengan computer, sehingga memungkinkan sebuah gambar yang diambil oleh kamera pada saat peristiwa berlangsung dapat segera dikirimkan ke meja redaksi lewat internet. Perkembangan yang luar biasa ini tentu membawa pengaruh besar bagi dunia jurnalistik yang sangat berkepentingan dengan aktualitas.

Humas dan Pers

Hubungan Masyarakat memiliki tanggungjawab dan fungsi manajemen yang (1) menganalisis kepentingan public dan menentukan sikap public, (2) menandai dan menerjemahkan kebijakan serta program suatu organisasi, dan (3) melaksanakan program dan tindakan yang dapat menghasilkan citra positif bagi organisasi.

Fotografi memberi dukungan luar biasa bagi berbagai program dan tindakan yang perlu diambil oleh pelaksana humas. Apalagi dengan menyadari tidak semua persoalan dapat dijelaskan lewat kata. Penggunaan Fotografi dalam Bidang Kehumasan:

Display dalam ruangan

Bahan display dalam kegiatan pameran dan berbagaievent lainnyat (seminar, konfrensi pers, dsb.)

Bahan presentasi.

Bahan ilustrasi bagi berbagai house journal

Bahan illustrasi bagi berbagai literature kehumasan, seperti leaflet, folder, booklet, poster, annual reports, dsb.

Untuk melengkapi press release

Untuk ilustrasi pelengkap artikel di media massa

Bahan untuk melayani permintaan reporter cabang yang umumnya tidak memiliki fotografer

 

Tiga hal yang disebut terakhir merupakan aktivitas humas yang terkait erat dengan pers. Sebuah fakta yang jelas pers penting bagi kegiatan kehumasan. Sejauh mereka dapat dimanfaatkan, pelaksana humas harus melakukan berbagai upaya ke arah tersebut. Namun perlu disadari terdapat suatu perbedaan mendasar dalam segi pandang yang memisahkan pelaksana humas dan pelaksana pers. Tujuan humas adalah mempro-mosikan lembaganya; tujuan wartawan mencari berita, yang seringkali menitikberatkan sisi negatifnya. Perbedaan yang demikian ekstrim ini sangat perlu disadari dan disiasati sehingga mendapatkan titik temu yang saling memuaskan keduabelah pihak.

Di dalam penggunaan fotografi kehumasan untuk pers pun demikian halnya, yaitu bagaimana menyediakan foto-foto yang mampu mendukung tujuan humas tanpa mengabaikan nilai-nilai yang menjadi prinsip bagi aktivitas jurnalistik. Caranya?

Sebenarnya mudah saja: Berpikirlah seperti wartawan namun tetap dengan kesungguhan hati melayani institusi Anda!

Lalu bagaimana kritria foto jurnalistik yang baik menurut pers

Foto berita harus mampu menonjolkan diri, melawan membanjirnya informasi

Foto berita harus mampu menampilkan kekayaan detail gambar

Foto berita jangan menyampaikan ulangan-ulangan untuk mencegah efek imunisasi

Foto berita harus benar-benar terjadi

Foto berita harus mampu menampilkan hal-hal sensitive

Point 1 sampai 4 setiap pelaksana humas harus mampu melakukannya, sedangkan yang terkahir kemampuan pelaksana humas diuji agar tidak sampai merugikan citra institusi.


Responses

  1. ini ke tiga kali nya saya mengunjungi blogs anda tentang fotografi humas, saat ini saya memang sedang mencari referensi mengenai hal ini karena saya ingin sekali menjadikannya bahan untuk skripsi, bisa bantu saya memberikan referensi buku buku yang berkaitan dengan fotografi humas?

  2. oleh nitip nyari temen kerja ya…

    Future Works, sebuah konsultan humas dengan spesialisasi penerbitan media humas, membutuhkan:
    7 content developer (4 semarang, 1 jogja, 2 Jepara)
    Lingkup kerja : Bertanggungjawab atas isi media yang mampu memenuhi kepentingan klien. Melakukan kerja-kerja jurnalistik. Menjalin hubungan baik dengan para klien.
    Syarat : Pria lulusan D3 atau S1, usia maksimal 27 tahun, pengalaman jurnalistik min 2 tahun (baik media umum maupun alternatif seperti media kampus), militan, penampilan rapi, bahasa inggris aktiv

    1 infographics designer (jogja)
    Lingkup kerja : Menerjemahkan materi kompleks dalam sebuah desain grafis, baik cetak atau online, statis maupun dinamis. Mengikuti beragam wacana dan literatur untuk sebuah karya komunikasi visual “sederhana”
    Syarat : have good taste design, S1 atau D3, usia maks 27 tahun, menguasai coreldraw, 3D Max, flash (penguasaan indesign adalah sebuah nilai tambah),

    1 website designer (jogja)
    Lingkup kerja : perancangan situs web dan user interface design
    Syarat : imaginatif, have good taste design, S1 atau D3, usia maksimal 27 tahun, menguasai HTML, CSS (menguasai Java Script dan AJAX adalah nilai tambah)

    Kirim CV dan contoh karya ke info@future-works.net atau via pos ke Jl. Melati Wetan V/17 Baciro Yogyakarta, sebelum 15 November 2008.

  3. halo pak teddy,
    salam ya…

  4. selamt siang pak teddy..

    salam kenal, saya dini..
    saya sdng menyusun skripsi yg sudah tertunda hampir 4th..😉
    panjang sekali memang..

    skripsi saya tentang Aktivitas humas, tp saya kesulitan mencari buku” tentang teori aktivitas humas, memang agak beda dengan tulisan bpk. diatas, tp mungkin bpk bs bantu saya, memberikan referensi buku” yang pas dengan pembahasan skripsi saya..??

    terima kasih Pak..

  5. Humas kan kegiatan komunikasi, maka teori untuk aktivitas humas ya gunakan saja teori-teori komunikasi

  6. assalamualaikum…mo ikut nimbrung nih Pak🙂 mo nanya,perihal fotografi Humas. kebetulan saya Mahasiswa Fikom (anak didik Bapak jg) angkatan 04 jrusan Humas dan berencana membuat skripsi tentang fotografi,pengennya mah yang menyinggung dengan kegiatan kehumasannya!!cuma saya teh masih bingung euy Pak untuk pencarian judulnya… oya Pak seminar saya kmaren tentang “hubungan antara iklan media luar ruang Djarum super dgn persepsi komunitas fokus” tapi masih ada yang salah (kira-kira di kalimat mna kesalahannya dan bagaimana sebaiknya) klo gak keberatan mohon mencantumkan jg buku rujukan / literatur yang terkait dgn judulnya. mengenai tulisan Bapak di atas saya interest pisan!! mohon bimbingannya ya Pak Teddy! haturnuhun…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: